Kamis, 31 Mei 2012

Arema Sikat Persidafon 4-0

Memasuki babak kedua, Head Coach Persidafon Erent Pahelerang memasukkan tukang gedor Timnas Patrick Wanggai dan menarik keluar Rumkabu. Sebaliknya, tuan rumah juga mengganti M Ridhuan dengan Arif Arianto. Masuknya Wanggai, membuat teror lini depan mulai hidup. Bersama Cristian Warabai, Wanggai beberapa kali membahayakan gawang Arema. Tercatat, peluang cantik melalui kaki Wanggai tercipta menit 50, 56 dan 64. Tendangan khas kaki kiri dan kanan dari luar kotak penalti, membuat Achmad Kurniawan harus bekerja cukup keras. Namun begitu, tuan rumah Arema tetap mendominasi serangan. Masuknya Arif dan Dicky Firasat, membuat Singo Edan makin garang didepan. Hanya saja, penyelesaian buruk para pemain tuan rumah, tidak bisa menambah keunggulan. Menit 57, Arif Arianto terpaksa menerima kartu kuning. Arif yang sudah berhadapan dengan penjagawa gawang Gebze, dianggap melakukan diving saat berbenturan dengan Marcelo Cirely. Sejumlah peluang cukup banyak, juga didapat kapten tim Arema, Dzumafo. Sayangnya, terlalu buru-buru membuat sejumlah peluang Dzumafo menit 63 dan 70, gagal berbuah gol. Sundulan kepala Dendi Santoso menit 71 nyaris membuat stadion kanjuruhan bergetar. Sayangnya, bola masih tipis disisi kiri kiper Persidafon. Aremania akhirnya bersorak kegirangan saat pemain belakang Alfarizi, sukses menambah gol menit 73. Overlap cukup jauh Alfarizi, sukses membawa Singo Edan unggul dengan skor 3-0. Gol berawal dari umpan tusukan disisi kanan pertahanan Persidafon. Dzumafo yang menggiring bola, lolos dari hadangan pemain belakang persidafon. Meski sudah berhadapan dengan Gebze, Dzumafo memberikan umpan datar dimulut gawang. Alfarizi yang berdiri bebas tanpa pengawalan pemain belakang Persidafon, sukses mencocor bola. Tertinggal 3-0, membuat anak-anak Persidafon coba bermain lepas. Namun, kokohnya pertahanan tuan rumah ditambah kesigapan kiper Achmad Kurniawan, membuat alur serangan tim tamu selalu kandas. Dua menit jelang bubar, Dicky Firasat yang baru masuk dipertengahan babak kedua, sukses menambah keunggulan menjadi 4-0. Gocekan mantan pemain Persela itu mampu mengecoh penjaga gawang Persidafon. Sekali tendang, bola pun melesak disudut kiri gawang Persidafon dan merubah kedudukan menjadi 4-0. Hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan usai, tuan rumah Arema sukses menghajar Persidafon dengan skor telak 3-0 tanpa balas.

Sabtu, 26 Mei 2012

Arema ISL Sukses Tahan Imbang PSMS Medan

Poin away kembali berhasil diraih oleh skuad Singo Edan. Ini setelah mereka berhasil menahan imbang PSMS Medan ISL dengan skor 1-1.
Bermain di stadion Teladan Medan, Sabtu (26/05) malam, kedua tim langsung menerapkan strategi menyerang sejak menit awal. Namun hujan deras dan angin kencang yang terjadi setelah kick off membuat alur pertandingan melambat. Bahkan di menit 7 wasit Olehadi harus menghentikan pertandingan karena lapangan yang tergenang oleh air. Akhirnya pertandingan antara PSMS melawan Arema ini harus menunggu sekitar satu jam kemudian untuk kembali dimulai. Setelah Olehadi kembali meniup peluit tanda pertandingan berjalan, Arema ISL membuka keunggulan lebih dulu melalui Sunarto di menit 9. Gol ini tercipta persis dengan proses gol saat ia juga mencetaknya di gawang PSAP Sigli beberapa hari yang lalu. Karena ketinggalan, PSMS Medan mencoba terus meningkatkan intensitas serangan. Ketatnya lini pertahanan Singo Edan dan bagusnya permainan Kurnia Meiga membuat sejumlah peluang di babak pertama gagal sehingga ditutup dengan skor 0-1 untuk Arema ISL. Memasuki babak kedua, PSMS ISL kembali meningkatkan intensitas serangan namun selalu gagal di kaki Seme Patrick dkk. Akhirnya gol yang ditunggu publik Medan datang di menit 60 setelah Osas Saha mampu membuat kedudukan imbang menjadi 1-1. Merasa di atas angin, mereka kemudian terus menekan namun sampai wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir skor tetap 1-1 untuk kedua tim. Dengan hasil ini, posisi Arema ISL tak beranjak dari peringkat 15 dengan mengumpulkan poin 28 dari 28 kali bertanding. Sementara PSMS berada di posisi 12 klasemen sementara dengan poin 30 dari 26 kali bertanding.

Selasa, 22 Mei 2012

Arema Indonesia Fokus Hadapi PSMS Medan

Suharno berharap skuat Arema Indonesia kuat dalam menghadapi tekanan di Medan.
Usai berhasil mencuri poin di kandang PSAP Sigli, Arema Indonesia langsung mengalihkan fokus mereka untuk menghadapi tuan rumah PSMS Medan pada hari Sabtu (26/05) mendatang dalam laga lanjutan Superliga Indonesia (ISL). Suharno menilai kali ini Arema memiliki waktu recovery yang cukup panjang, namun mereka tidak punya banyak waktu karena harus melakukan perjalanan ke sana dengan segera. “Apapun hasilnya disini. Habis tanding anak-anak harus kembali ke Medan, dari sini pukul 08:00, pesawat pukul 13:00 (WITA), sampai sana sore. Baru kita aktiivitas lagi, Rabu pagi, masih ada tiga sampai empat hari, kita maksimalkan untuk persiapan. Rabu dan Kamis efektif,” ujar Suharno seperti yang dilansir laman resmi Arema. Suharno menilai anak asuhnya harus siap menghadapi tekanan suporter Medan yang fanatik. "Saya dan anak-anak harus siap menghadapi pressure, ya pemain ya penonton. Saya kira anak-anak tidak kagetlah. Fighting spirit Medan luar biasa,” pungkasnya.

Kamis, 17 Mei 2012

Arema Indonesia Bungkam Mitra Kukar

Arema Indonesia berhasil menaklukkan Mitra Kukar di stadion Kanjuruhan, Malang, dengan skor 5-3.
Mitra Kukar mengejutkan tuan rumah terlebih dahulu setelah Gustafe Bahoken berhasil menjebol gawang Arema saat laga baru berjalan lima menit. Bek asing tersebut memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Hamka Hamzah yang ditepis oleh Kurnia Meiga. Namun, keunggulan tim tamu tidak bertahan lama setelah hanya dalam tujuh menit, Arema berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Pada menit ke-10, Dendy Santoso berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak melalui tendangan first time di kotak penalti, dan dua menit kemudian, Muhammad Ridhuan membuat Arema berbalik unggul memanfaatkan kombinasi dari tendangan bebas. Pada menit ke-31, Arema berhasil memperbesar keunggulan setelah Herman Dzumafo mampu memanfaatkan kesalahan lini belakang Mitra Kukar dan membuat kedudukan menjadi 3-1. Namun, Mitra berhasil memanfaatkan kelengahan Arema, satu menit setelah gol Dzumafo, Zulham Zamrun berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-2. Babak pertama, tampak akan usai dengan keunggulan Arema, tetapi Mitra Kukar berhasil memanfaatkan peluang terakhir mereka. Berawal dari tendangan bebas Ahmad Bustomi, bek Arema Munhar mencoba melakukan penghalauan, sayang bola malah masuk ke gawang sendiri sehingga babak pertama ditutup dengan skor imbang 3-3. Pada babak kedua, tempo pertandingan tidak menurun, Arema tampil lebih menekan sementara Mitra Kukar mengandalkan serangan balik. Namun, justru Mitra Kukar yang mendapatkan peluang emas terlebih dahulu. Bustomi melalui eksekusi tendangan bebasnya kembali mengancam gawang Arema, Kaneko mampu sedikit menjangkau dengan tandukannya, sayang bola masih menerpa mistar gawang. Tersentak dengan peluang tersebut, Arema langsung tampil trengginas. Dalam tempo tiga menit Arema berhasil mencetak dua gol untuk mengungguli Mitra Kukar dengan skor 5-3. Dendy Santoso menjadi aktor dibalik kedua gol tersebut, pada menit ke-68 umpan lambung pemain bernomor punggung 41 tersebut berhasil ditanduk oleh Seme Pierre Patrcik, dan dua menit kemudian umpan terobosannya berhasil diselesaikan dengan cantik oleh Arif Arianto. Di sisa waktu menit yang ada Mitra Kukar terus mencoba mengejar ketertinggalan, sementara Arema memperkuat pertahanan mereka dengan memasukkan Johan Ibo untuk menggantikan Sunarto. Namun, hingga pertandingan usai kedudukan 5-3 tetap bertahan. Kemenangan Arema tersebut tidak membuat posisi mereka di klasemen naik, namun kemenangan tersebut menjadi modal positif sebelum melakukan tur Sumatera ke markas PSAP Sigli dan PSMS Medan.

Sabtu, 12 Mei 2012

Gol Tunggal Arif Arianto Menangkan Arema Indonesia Atas Persisam Samarinda

Arema Indonesia berhasil melepaskan diri dari status tim juru kunci usai menaklukkan Persisam Samarinda dengan skor 1-0. Bermain di bawah dukungan ribuan Aremania, Arema langsung menggebrak pertahanan Persisam. Tiga menit pertandingan berjalan, sontekan Sunarto hampir menjebol gawang tim tamu, beruntung Pierre Njanka berhasil membuang bola sebelum bola melewati garis gawang. Sepuluh menit kemudian, Sunarto kembali memperoleh peluang emas. Ia mendapatkan umpan matang dari Ridhuan, sayang ia gagal menanduk bola meskipun tinggal berhadapan dengan kiper. Tidak ingin terus tertekan, Persisam mencoba keluar tekanan dan pada menit ke-18 mereka striker andalan mereka, Cristian Gonzales, mampu memaksa Kurnia Meiga bekerja keras setelah ia mampu menyambut umpan dari Fajar Legian dengan tandukannya. Arema terus mendominasi permainan di sisa babak pertama, Ridhuan dan Dendy Santoso sempat mengancam gawang Persisam melalui tendangan jarak jauh mereka, namun belum ada peluang yang dapat mengubah kedudukan, sehingga skor tanpa gol bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, Arema kembali menunjukkan dominasinya. Pada menit ke-53, Persisam hampir tertinggal apabila Usman Pribadi tidak menepis tembakan jarak dekat Dendy Santoso. Pada menit ke-75 giliran Arif Arianto yang mendapatkan peluang, namun sayang tembakannya, memanfaatkan umpan Ridhuan, masih melayang di atas mistar gawang Persisam. Pada menit ke-82, memanfaatkan kesalahan lini belakang Persisam, Arema berhasil memecah kebuntuan. Tembakan Dendy berhasil ditepis oleh Usman, namun beruntung Arif tepat berada di depan gawang untuk menceploskan bola dan membawa Arema unggul 1-0. Tertinggal satu gol membuat Persisam mencoba keluar menyerang, tim tamu akhirnya gagal menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Kemenangan yang diraih Arema tersebut membuat mereka melepas status sebagai tim juru kunci dan naik ke peringkat ke-15.

Kamis, 10 Mei 2012

Resmi: Arema Indonesia Kontrak Suharno

Hasil tidak memuaskan yang didapat oleh Arema selama diarsiteki oleh Joko Susilo membuat manajemen bergerak cepat. Akhirnya Suharno ditunjuk sebagai pelatih kepala siang tadi (10/5). Suharno adalah nama yang tidak asing lagi di Arema, karena pernah menukangi Arema pada tahun 1996-1997. Di tahun ituEks Pelatih Persiwa bertubuh tambun ini juga sempat membesut Arema kala berjuang di Liga Kansas, kala itu, Arema bercokol di posisi 12 besar "Ya, saya rasa Joko Susilo membutuhkan sosok yang berpengalaman. Makanya kami memutuskan mas Suharno sebagai pelatih kepala Arema," terang Rudi Widodo dalam konferensi pers yang dihadiri oleh wartawan di kantor Arema jalan Kartanegara no 7. Keadaan ini membuat Joko Susilo kembali menjadi asisten pelatih, sehingga diharapkan nantinya dapat menimba ilmu dan pengalaman berharga dari Suharno yang dikenal sebagai pelatih yang berpengalaman. "Mas Suharno dan Mas Joko ini ibaratnya bapak-anak, adik-kakak, dulu pernah bersama di Niac Mitra, Arema Galatama, saya rasa adaptasi tidak sulit, makanya tidak pilih nama lain. Suharno opsi pertama," ungkap Ruddy Widodo. Menurut Ruddy Widodo, kehadiran Suharno sebagai pelatih kepala Arema Indonesia ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi Arema Indonesia yang saat ini berada di zona degradasi. Sisa waktu 10 pertandingan ini, saya yakin mas Suharno dan Mas Joko bisa membawa Arema Indonesia bisa lolos zona degradasi, harapnya. Beberapa musim lalu, Suharno sempat membesut Persiwa Wamena, dan hasilnya pun lumayan Moncer, Persiwa dibawanya menjadi tim tangguh di kasta ISL beberapa musim lalu

Sabtu, 28 April 2012

Gol Kontroversial N'Kong Menangkan Arema

Arema Indonesia menang atas tamunya Pelita Jaya dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) dengan skor 3-2. Gol kemenangan tuan rumah yang dicetak Alain N'Kong menuai protes tim tamu. Dalam pertandingan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (28/4/2012), sore WIB, tim tamu membuka kemenangan terlebih dulu melalui tandukkan Greg Nwokolo di menit 9, memanfaatkan tendangan bebas rekannya. Di menit 14 tuan rumah akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui M. Ridhuan menyambut bola liar hasil tendangan Seme yang membentur tiang gawang Kadek Wardhana. Sejak awal babak pertama kedua tim saling berganti menyerang, beberapa kali gawang keduanya terancam untuk kebobolan. Menit 22 Engleberd Sani mendapatkan peluang emas melalui aksi individunya menerobos pertahanan lawan. Sayang, sepakannya ditahan Kurnia Mega. Tujuh menit berjalan, giliran anak asuh Joko Susilo kembali mendapatkan peluang, Lagi-lagi sepakan Dzumafo mengagalkan Arema menggandakan kedudukan. Terlalu asyik menggempur pertahanan Pelita, Arema justru kebobolan, kesalahan Steven Hesketh dengan mudah dimanfaatkan Greg mengetarkan gawang Kurnia Meiga di menit 34. Kedudukan berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Arema kembali meningkatkan tempo permainan, umpan terobosan Ridhuan disambut tendangan N'Kong dapat ditepis kiper Kadek Wardhana. Stadion Kanjuruhan kembali bergetar setelah Dzumafo berhasil menjebol gawang Pelita memanfaatkan umpan Dendi Santoso. Tendangan voli striker baru "Singo Edan" ini tak mampu dibendung Kadek Wardhana di menit 57. Kehebatan kiper Kadek Wardhana dalam menghalau bola kembali teruji, dengan menggagalkan Dendi Santoso di menit 72, Arema pun gagal membalikkan kedudukan. Sampai di menit 84, N'Kong mencetak gol ketiga bagi Arema yang berbau kontroversi. Gol terjadi setelah Dzumafo usai dilanggar pemain Pelita. Setelahnya Dzumafo dengan cepat mengambil tendangan bebas dan mengumpan bola kepada Kong. Tembakan kaki kanannya lantas menaklukan kiper Kadek Wardhana. Gol tersebut pun langsung menuai protes keras dari para pemain Pelita kepada wasit. Para pemain Pelita menganggap mereka belum siap begitu Dzumafo memberikan umpan dan wasit pun terlihat ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Pertandingan sempat terhenti sampai akhirnya wasit meniup peluit panjang di saat Pelatih Pelita, Rahmad Dharmawan, tengah mengumpulkan anak asuhnya di pinggir lapangan. Skor akhir laga ini tetap 3-2 untuk Arema.